Todung Mulya Lubis is an Indonesian lawyer and human rights activist, Founder of the LSM law firm, an honorary professor at the Melbourne Law School and, since 2018, Ambassador of Indonesia to Norway and Iceland. He has served as deputy chair of the Human Rights Investigation Commission for East Timor, a member of the Asian Human Rights Commission in Hong Kong, chair of the Indonesian Crisis Group International Foundation, and chairperson of the Indonesian Corruption Watch Ethical Council. From 1980 to 1983, he was director of Indonesia's dissident NGO, the Legal Aid Foundation. His influential 1983 book, In Search of Human Rights: Legal-Political Dilemmas of Indonesia's New Order 1966-1990, helped shape democratic thinking about human rights in Indonesia. His other book, The War on Corruption: An Indonesian Experience, explores the tensions between anti-corruption forces and corrupt actors. He has published more than 20 books in Bahasa Indonesia, including the novel Menunda Kekalahan and the poetry collection Jam-Jam Gelisah.
Todung Mulya Lubis adalah seorang pengacara dan aktivis hak asasi manusia asal Indonesia, pendiri kantor hukum LSM, profesor kehormatan di Melbourne Law School, dan sejak 2018 menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Norwegia dan Islandia. Ia pernah menjabat sebagai wakil ketua Komisi Penyelidikan Hak Asasi Manusia untuk Timor Timur, anggota Komisi Hak Asasi Manusia Asia di Hong Kong, ketua Indonesian Crisis Group International Foundation, dan ketua Dewan Etik Indonesia Corruption Watch. Dari tahun 1980 hingga 1983, ia menjabat sebagai direktur LSM disiden terkemuka Indonesia, Lembaga Bantuan Hukum. Bukunya yang berpengaruh, In Search of Human Rights: Legal-Political Dilemmas of Indonesia's New Order 1966-1990, yang terbit pada tahun 1983, turut membentuk pemikiran demokratis tentang hak asasi manusia di Indonesia. Bukunya yang lain, The War on Corruption: An Indonesian Experience, mengupas ketegangan antara kekuatan antikorupsi dan pelaku korupsi. Ia telah menerbitkan lebih dari 20 buku dalam Bahasa Indonesia, termasuk novel Menunda Kekalahan dan kumpulan puisi Jam-Jam Gelisah.





































