Krishna Sen is Professor Emerita at the University of Western Australia, who was born in India and made Australia her home, devoting much of her academic career to exploring the intersections of media and politics in Indonesia. She is a Fellow of the Australian Academy of the Humanities and Chair of the Perth Centre of PEN International. Her long-standing research into media censorship under Indonesia's Suharto regime now informs her work with PEN, particularly in advocating for writers at risk and supporting imprisoned writers around the world. She is an avid reader, a keen traveller and occasional travel blogger, under the name Hurry Krishna, the Slow Indian.
Krishna Sen adalah Profesor Emerita di University of Western Australia, lahir di India dan menjadikan Australia sebagai rumahnya, mencurahkan sebagian besar karier akademiknya untuk mengeksplorasi persinggungan antara media dan politik di Indonesia. Ia adalah Fellow di Australian Academy of the Humanities dan Ketua Perth Centre of PEN International. Penelitiannya yang mendalam mengenai sensor media pada masa rezim Suharto di Indonesia kini menjadi landasan bagi kerjanya bersama PEN, khususnya dalam advokasi untuk para penulis yang berada dalam risiko dan mendukung penulis yang dipenjara di seluruh dunia. Ia adalah pembaca yang gemar membaca, pelancong yang antusias, dan sesekali menulis blog perjalanan dengan nama Hurry Krishna, the Slow Indian.






































