fbpx

KEMBALI 2020: A Rebuild BALI Festival Ditujukan Untuk Memulihkan Industri Kreatif dan Masyarakat Indonesia

Posted: 24 August 2020

Pulau Dewata, Bali, kini menghadapi tantangan terbesarnya karena pandemi global COVID-19 telah melumpuhkan industri pariwisata dan kreatif yang sedang berkembang. Untuk menginspirasi, menstimulasi, menghubungkan kembali, dan merevitalisasi perekonomian dan masyarakat Bali, Yayasan Mudra Swari Saraswati – sebuah yayasan nirlaba independen di Ubud, Bali – meluncurkan Kembali 2020: A Rebuild Bali Festival (KEMBALI20) yang dijadwalkan pada 29 Oktober hingga 8 November 2020.

Didirikan oleh Janet DeNeefe dan Ketut Suardana pada tahun 2004, Yayasan Mudra Swari Saraswati dimulai sebagai suatu sarana penyembuhan bagi kekacauan yang terjadi setelah tragedi Bom Bali pertama, bertujuan untuk meningkatkan perekonomian dan membantu masyarakat. Tujuan dari Yayasan adalah untuk membantu memenuhi kebutuhan kreatif Indonesia, baik individu dan masyarakatnya, sembari mempertunjukkan keanekaragaman budayanya – baik tradisional maupun kontemporer – ke hadapan dunia. Hal tersebut diwujudkan melalui prakarsa-prakarsa utamanya, Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) dan Ubud Food Festival (UFF).

“UWRF dihadirkan untuk mendorong perekonomian dan memulihkan kembali masyarakat setelah efek menghancurkan akibat Bom Bali pertama,” ujar Pendiri dan Direktur UWRF, Janet DeNeefe. “Sebagai sebuah Festival dengan misi, kami percaya bahwa sekali lagi, ini adalah tugas kami untuk membantu Bali bangkit dan budaya merupakan esensi untuk membangun kembali masyarakat. Hidup harus terus  berjalan dan kami berkomitmen untuk menghadirkan sebuah acara yang berbeda dari acara-acara lainnya di tahun yang juga berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.”

Kedua Festival yang dihadirkan Yayasan Mudra Swari Saraswati tersebut merupakan acara internasional yang besar dan begitu dinantikan, mempromosikan Ubud sebagai pusat seni dan budaya, sembari menampilkan seniman, penulis, chef, dan produsen Indonesia di panggung internasional. Karena pandemi global, Yayasan dengan terpaksa harus menunda kedua Festival tersebut, untuk pertama kalinya dalam 17 tahun. Kini, Yayasan kembali hadir dengan acara baru dan menarik yang dikemas dalam bentuk yang baru.

Kembali adalah festival sastra, kuliner, seni, dan budaya, yang menyatukan elemen-elemen paling sukses dari UWRF dan UFF. KEMBALI20 akan menjadi perayaan terpenting tahun ini dari seni kreatif dan kekayaan kuliner Indonesia, pilar ketahanan dan kelangsungan hidup manusia.

KEMBALI20 akan menyajikan program-program yang berfokus pada jajaran figur-figur terbaik di industri seni kreatif, dari sastra hingga film, desain, fesyen dan jurnalisme, serta mereka yang berkecimpung di dunia kuliner. Dari Sabang hingga Merauke, Singapura hingga Meksiko, semua acaranya dapat diakses oleh para pengunjung Festival di Indonesia dan negara-negara lainnya di seluruh dunia melalui beragam sesi berbasis donasi.

Diskusi, lokakarya, peluncuran buku, pembacaan puisi, program anak-anak, dan pemutaran film akan dihadirkan dalam bentuk digital. Beberapa program di lapangan akan dipersiapkan untuk audiens lokal dengan batasan tertentu, mengikuti semua prosedur standar keselamatan COVID-19 yang diwajibkan oleh pemerintah.

KEMBALI20 akan menjadi tempat di mana para pencinta sastra, seni, kuliner, dan budaya dapat saling berdiskusi mengenai inspirasi, ide, dan hal-hal yang diperhatikan bersama, dengan Festival daring yang dapat melampaui batas budaya dan geografis untuk menciptakan komunitas yang benar-benar global. “Kami mengundang Anda ke KEMBALI20 untuk menikmati sebuah Festival baru yang luar biasa. Kami membawa kembali Bali untuk Anda!” lanjut Janet DeNeefe.

Dengan berkontribusi melalui Yayasan Patron Program, Anda dapat mendukung dunia sastra dan seni Indonesia.  Daftarkan diri untuk mendapatkan enews kami dan ikuti kami di  InstagramTwitter dan Facebook untuk mendapatkan informasi terbaru.