Facebook Twitter Instagram Flickr

Informasi Seleksi Penulis Emerging Indonesia UWRF


Perkembangan penulisan cerita pendek di Indonesia kian dinamis. Dari sisi bentuk misalnya, pada era pasca-sastra koran dan euforia dunia digital hari ini, cerita pendek makin leluasa mengelaborasi teknik menulisnya. Kita sering menemukan cerita pendek yang ‘ditulis lebih panjang’ sebagai upaya para penulis dalam bereksperimen. Demikian juga dari sisi tematik, kita menemukan tema-tema yang lebih inklusif dibandingkan cerpen media cetak yang pemuatannya kerap didasari kebijakan redaksional maupun aktualitas pemberitaan yang sedang hangat kala itu. Kini, cerita pendek tidak lagi didefinisikan sebagai ‘karya yang dibaca sekali duduk’ namun beralih menjadi kisah yang dapat ditengok dan diresapi kapan saja. 

Di sisi lain, cerita pendek selalu menjadi kategori favorit pilihan peserta dalam seleksi penulis emerging UWRF. Setiap tahun Panitia menerima ratusan karya yang merespons beragam tema dan seluruhnya ditulis begitu intens oleh para pengarang dari seluruh Indonesia. Melalui cerpen-cerpen yang dikirimkan, Para Kurator dapat melihat ketangkasan peserta dalam berbahasa, ketelitiannya menyusun narasi, hingga kejeliannya menajamkan fokus kisahan dalam jalinan cerita yang padat namun tetap memikat. 

Meskipun demikian, apresiasi terhadap cerita pendek masih perlu menjadi perhatian. Hampir seturut kawannya, yakni puisi, produksi dan penjualan buku-buku cerita pendek relatif belum menggembirakan dan sangat jauh dibandingkan novel. 

Untuk itu, seleksi penulis emerging UWRF tahun 2022 menitikberatkan pada penulisan cerita pendek. Para peserta dipersilakan merespons berbagai tema di sekitarnya dengan eksplorasi estetik terbaiknya. Selain diundang dalam program UWRF, sepuluh penulis yang lolos seleksi akan mengikuti kelas intensif bersama IOWA Institute dengan mentor-mentor penulis Internasional guna memperkaya serta mempertajam kemampuan menulisnya. Karya-karya hasil mentoring ini akan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan dibukukan dalam antologi dwi-bahasa. 

Bagaimana Mengikuti Seleksi?

Pemilihan pemenang seleksi akan didasarkan dengan sejumlah kriteria termasuk kualitas karya, prestasi dan konsistensi dalam berkarya, serta dedikasi dalam pengembangan kesusastraan Indonesia. Seleksi ini terbuka bagi penulis berkewarganegaraan Indonesia dengan kriteria umum sebagai berikut:

  1. Tiap penulis wajib mengirimkan minimal 5 cerpen dengan panjang maksimal 3.000 kata untuk tiap naskah.
  2. Tema cerpen bebas dan tidak diperbolehkan mengandung ujaran kebencian terhadap identitas kesukuan maupun kepercayaan/agama.
  3. Setiap cerpen merupakan asli karya sendiri, bukan saduran, terjemahan, maupun plagiasi,
  4. Setiap cerpen dibuat dalam kurun 2020 hingga terkini.
  5. Panitia memiliki hak untuk menerjemahkan serta menerbitkan karya-karya yang terkurasi ke dalam antologi tahunan festival.
  6. Penulis yang mengikuti seleksi wajib mengisi formulir online 
  7. Batas akhir untuk pengiriman karya jatuh pada tanggal 11 Maret 2022 pukul 23.59 WITA. Nama penulis-penulis yang terpilih akan diumumkan pada 29 April 2022

Apakah Program Penulis Emerging Indonesia?

Program yang ditujukan untuk menemukan calon bintang-bintang sastra muda Indonesia ini sudah diadakan setiap tahun sejak 2008. Emerging adalah istilah yang digunakan oleh UWRF untuk para penulis Indonesia yang memiliki karya berkualitas namun belum memperoleh publikasi yang memadai. Program Seleksi Penulis Emerging Indonesia ini adalah bagian dari komitmen Yayasan Mudra Swari Saraswati untuk mendukung kehidupan masyarakat Indonesia melalui program-program seni dan budaya. Selain itu, tujuan diselenggarakannya program ini adalah untuk menemukan bakat-bakat sastra dari pelosok Nusantara, terutama di Bali.

Sebagai salah satu komitmen yayasan untuk memberikan ruang dan menghadirkan karya-karya anak bangsa ke hadapan dunia internasional, Festival juga akan menerjemahkan karya-karya terpilih penulis emerging yang telah lolos seleksi tersebut ke dalam bahasa Inggris. Karya-karya mereka juga akan dibukukan dan diterbitkan ke dalam buku antologi dwi bahasa yang akan diluncurkan pada Ubud Writers & Readers Festival.  

Karya-karya yang dikirimkan akan melewati tahap kurasi oleh tim program UWRF, kemudian dikurasi kembali oleh Dewan Kurator yang terdiri dari penulis-penulis Indonesia ternama. Nama anggota Dewan Kurator ini dirahasiakan hingga pengumuman para penulis emerging terpilih.

Dalam situasi pandemi, panitia mengupayakan hadirnya program yang terbaik bagi tiap peserta terpilih, semisal lokakarya bersama para mentor berikut penerbitan karya secara daring. Partisipasi peserta secara langsung di lokasi festival akan dipertimbangkan mengingat kondisi finansial serta ketentuan penyelenggaraan yang kondusif semasa pandemi. 

SSeleksi Penulis Emerging Indonesia ini telah sukses memperkenalkan penulis-penulis Indonesia ke kancah internasional. Banyak di antara para alumni Seleksi Penulis Emerging Indonesia yang terus konsisten berkarya dan menjadi sosok berpengaruh di dunia sastra Indonesia dan internasional. Beberapa alumni Seleksi Penulis Emerging Indonesia ini adalah M. Aan Mansyur (2009), Kurnia Effendi (2010), Avianti Armand (2011), Aprila R.A Wayar (2012), Mario F. Lawi (2013), Faisal Oddang (2014), Norman Erikson Pasaribu (2015), Soetan Radjo Pamoentjak (2016), Ibe S. Palogai (2017), Andre Septiawan (2018), Chandra Bientang (2019), Gody Usnaat (2021), dan masih banyak lagi.