SOSOK SASTRA: Leila S. Chudori

Posted: 04 May 2017 Author: sikuska

Indonesia memiliki sejarah sastra yang panjang dengan sosok-sosok luar biasa, karya-karya yang tak lekang dimakan waktu, dan kisah-kisah yang tak habisnya dibahas. Kenali para #SosokSastra Indonesia melalui seri sosial media #UWRF ini dan biarkan diri Anda jatuh cinta dalam dunia sastra Indonesia.

Karya-karya Leila S. Chudori mulai diterbitkan saat ia masih berusia 12 tahun, di majalan-majalah seperti Kawanku, HAI, dan SI Kuncung. Pada usia tersebut ia juga sudah menghasilkan beberapa kumpulan cerpen. Leila banyak menulis tentang kejujuran, keyakinan, dan tekad, prinsip dan pengorbanan. Leila juga kerap memasukan Baratayudha dan Ramayana dari dunia pewayangan, ia menggunakan imajinasinya untuk menciptakan ruang dan waktu yang penuh ilusi dan khayalan. Leila juga mensejajarkan pengalaman pribadi, membaurkannya dengan cerita mitologi. Dengan teknik penulisan seperti ini, terjadi dimensi baru dalam penulisan alur cerita. Satu hal lain yang istimewa dalam cerpen-cerpen Leila bahwa dia tidak ragu-ragu menceritakan hal-hal yang tabu bagi masyarakat tradisional. Gaya cerita Leila adalah intelektual sekaligus puitis.

Leila yang sejak tahun 1989 hingga kini bekerja sebagai wartawan majalah berita Tempo, juga mencatatkan namanya di dalam kamus sastra “Dictionnaire des Creatrices” yang diterbitkan EDITIONS DES FEMMES, Perancis. Pada tahun 2011 Leila menerima Penghargaan Sastra Badan Bahasa Indonesia untuk bukunya yang berjudul 9 dari Nadira. Selain tetap giat menulis, Leila juga kini adalah Redaktur Senior Majalah Tempo, ia bertanggung-jawab pada rubrik Bahasa dan masih rutin menulis resensi film di majalah tersebut.

Comments are closed.