Get Your Ticket SUPPORT NOW
Facebook Twitter Instagram Flickr

Festival Guide // Pilih Hari Penuh Petualanganmu di UWRF17

Posted: 13 October 2017 Author: sikuska

Oleh Rosie Clynes

Dengan #UWRF17 yang akan hadir kurang dari dua minggu lagi, inilah waktunya untuk mengeluarkan pulpen dan buku program Anda dan mulai menandai. Waktu yang terbatas? Jika Anda tertarik dengan hal-hal berbau sastra namun hanya bisa mampir untuk satu hari, tanpa pikir panjang, gunakan 1-Day Pass Festival yang akan memberi Anda akses ke seluruh Main Program di hari pilihan Anda. Tidak yakin harus mulai dari mana? Kami telah mempermudahnya untuk Anda. Inilah sorotan utama di setiap hari festival, yang dirancang untuk membantu Anda untuk memilih petualangan 24 jam Festival Anda sendiri.

DAY 1, kamis 26 OkTOBERWanita-Wanita Hebat

Memperjuangkan keadilan sosial dan keunggulan artistik, hari pertama kami di UWRF akan merayakan beberapa wanita-wanita terhebat yang paling dinanti Festival. Mulailah Festival Anda di Museum NEKA dengan Festival Welcome kami pukul 09:00 bersama Founder & Director UWRF Janet DeNeefe. Setelah itu, tetaplah di tempat Anda untuk menyaksikan seorang legenda hidup sastra Indonesia, Nh Dini tampil di panggung NEKA. Inilah kesempatan Anda untuk mendengar wawasan salah satu penulis feminis pertama dan paling dihormati di Indonesia.

Selanjutnya Marina Mahathir akan mengambil tempat di atas panggung NEKA pada pukul 11.45 dalam sebuah percakapan yang menarik tentang advokasi sosial. Penulis dan Pegiat yang pernah menjadi UN Person of the Year ini akan melihat kembali kehidupannya sebagai pegiat untuk hak-hak perempuan dan kaum minoritas di rumahnya, Malaysia.

Pukul 14.30, siapkan diri Anda untuk China’s Women, sebuah kesempatan langka untuk mendengarkan cerita dari mantan buruh pabrik roket yang beralih menjadi penulis, Lijia Zhang, dan seorang bintang Festival tahun ini Jung Chang, dua penulis terpuji yang telah mendedikasikan karya hidupnya tanpa rasa takut menceritakan kisah wanita di tanah air mereka.

Akhiri satu hari penuh penemuan dan wawasan, bergabunglah dengan tiga pendongeng yang penuh semangat dan wanita-wanita yang menginspirasi di Put Your Whole Self pada pukul 15.45 untuk sebuah diskusi terbuka mengenai apa artinya memasangkan puisi dan prosa dengan pertunjukan.

DAY 2, jumat 27 OkTOBER // Pecinta Sastra

Hari ke-2 Festival berfokus kepada mereka yang tertarik akan sastra, mulai dari penulis pemula di tahun pertama mereka, atau pencinta buku berpengalaman yang kembali untuk ziarah Festival tahunan mereka.

Mulailah hari di Taman Baca dengan Poetic Calling, saat penulis Indonesia merenungkan mengapa puisi berseru kepada mereka. Ingin suatu diskusi yang lebih mendalam? Jangan lewatkan sesi dengan penulis terhormat Madeleine Thien di Museum NEKA, saat ia membahas karyanya Do Not Say We Have Nothing yang masuk nominasi di Man Booker Prize.

Pukul 10.50 akan membawa kita ke A Critical Eye, saat para ahli esai budaya merenungkan apa artinya kritik dan kritis, dan bagaimana ini mempengaruhi pekerjaan seseorang.

Setelah ini Anda bisa langsung menuju Indus, di mana pada pukul 11.45 panelis Dazzling Debuts akan menyuguhkan seni khalayak yang ramai dengan karya pertama. Bagi mereka yang memiliki gairah untuk sastra Amerika Latin, penulis Kolombia terkemuka Héctor Abad akan membahas karya-karyanya yang terkenal di Museum NEKA. Bagi penggemar lama dan baru, pastikan untuk hadir di Latin Lit sehari sebelumnya (tersedia cocktail, tentunya) untuk Special Events dengan sejumlah penulis Amerika Latin lainnya.

Past, Present and Future adalah acara berikutnya – membedah ke dalam arti dari mengarang peristiwa nyata menjadi sebuah fiksi bersama sederet penulis terkenal. Bagi mereka yang terpesona dengan seni dari penerjemahan, datanglah ke In Other Words di Taman Baca, di mana sekelompok penulis dan penerjemah akan merenungkan kompleksitas dari tema Festival favorit tahun ini.

Setelah menikmati istirahat yang cepat, inilah saat di sore hari untuk seorang atau dua orang legenda sastra: penulis fiksi kriminal Skotlandia Ian Rankin mengambil panggung NEKA pukul 14:30. Untuk lebih intim, temui Ian di hari ke-3 saat Dinner, Wine, and Crime. Bagi pencinta puisi Festival, jangan lewatkan Sutardji Calzoum Bachri, pria tersebut pernah disebut sebagai ‘Presiden Puisi Indonesia’. Untuk sesuatu yang baru? Pergilah ke Eastern Winds of Change untuk mengetahui mengapa Indonesia Timur menghasilkan beberapa bakat sastra baru yang paling mendebarkan di negara ini.

Saat hari kedua kita berakhir, istirahatkan kaki Anda yang lelah, atau bicarakan tentang mereka: The Walking Cure melihat sebuah diskusi dengan tiga penulis yang bergerak pada kekuatan kreatif dari seorang pengembara yang baik. Atau, selesaikan sesi Main Program Anda di Taman Baca dengan tiga penulis Iran yang hebat yang akan berbicara tentang apa artinya menulis dari warisan dan hati seseorang.

Terinspirasi? Maka menyelamlah ke berbagai Workshop kami pada hari Festival lainnya. Crafting Fables, Writing Online dan From Page to Stage adalah keterampilan yang sempurna untuk mengasah pengetahuan tambahan di hari diskusi Anda ini.

DAY 3, sabtu 28 OkTOBER // pembuat perubahan

Day 3 adalah untuk mereka yang tertarik pada segala hal inovasi dan aktivisme.  Mulai hari Sabtu Anda untuk dengan sebuah kopi dan percakapan tentang perubahan iklim: Tim Flannery akan membagikan penelitiannya dan optimisme yang tak tergoyahkan untuk menghadapi perjuangan yang berat. Atau, jika Anda lebih tertarik pada pelopor puisi, pergilah untuk bertemu dengan ‘penyair punk’ Simon Armitage.

Pukul 10.15 di Taman Baca, Half a Century of ASEAN merupakan pandangan tajam mengenai 50 tahun aliansi negara-negara tersebut. Atau, jika Anda benar-benar memanjakan pengembaraan Anda dan ingin bercengkrama dengan sesama pengembara, masuklah ke NEKA di mana sekelompok kata-kata bijak pemberani berbagi realitas penulisan perjalanan yang sebenarnya sering kali tidak nyaman.

Mereka yang masih gatal untuk mendengar cerita perjalanan jangan sampai melewatkan ahli sejarah terkemuka dan pendongeng petualangan Simon Winchester. Jangan sampai melewatkan peluncuran Mission to China, salah satu dari banyak Book Launches gratis kami dan pengambilan sejarah genre naratif yang menarik. Lebih menyukai budaya pop? Pergilah ke sesi Nusrat Durrani: Love in a Time of Hate, yang melihat mantan Head of MTV World membahas media global sebagai alat untuk menciptakan sebuah arena internasional untuk suara-suara yang tidak terdengar.

Setelah melihat keluar melewati cakrawala, saatnya untuk kembali ke inovasi lokal. Pukul 13:00 di Indus, saksikanlah kru Asia Pacific Writers and Translators langsung dari konferensi tahunan kesepuluh mereka di Bali Utara. Jika tidak, temui empat orang kreatif muda Bali yang merenungkan apa artinya hidup dan ciptakan di Bali yang kontemporer.

Sesi pukul 14:30 kami di NEKA membawa Anda kepada Andreas Harsono, Jurnalis dan Reporter terkenal untuk Human Rights Watch Indonesia. Atau, jika Anda lebih menyukai puisi daripada masalah pers, bertolaklah ke Indus di mana tiga penulis berbagi apa artinya memberi tahu pengalaman wanita melalui puisi.

Akhiri hari inovasi dan wawasan Anda dengan Moving Images, perbesar dunia dari pembuat film yang lebih memilih untuk menunjukkan lensa mereka pada masalah sosial. Atau, jika Anda penggemar novel grafis, jangan lewatkan Compelling Comics – kesempatan Anda untuk mendengar dari tiga pemimpin genre ini.

Jika Anda merasa lebih berenergi daripada kelelahan di hari penuh wacana inovatif, pergilah ke Indus pada malam hari untuk menikmati minuman dan beberapa wawasan dari People of Letters. Malam yang unik untuk merayakan seni menulis surat yang hilang, akan dirayakan dengan pilihan para tamu Festival yang terpilih yang masing-masing akan berbagi ‘A Letter to the Thing I Wish I’d Written’.

DAY 4, SUNDAY 29 OCTOBER // Wajah Modern Bali dan banyak lagi

Bagi mereka yang tertarik dengan bintang seni Indonesia yang sedang naik daun, hari terakhir kami di Festival adalah perayaan semua hal yang kontemporer dari Bali dan seluruh Nusantara.

Sebuah dosis humor hangat dengan kopi Anda adalah tendangan yang sempurna untuk memulai hari Minggu pagi: Laughter is the Best Medicine, Anda akan bertemu pria lucu Ben Sohib membahas bagaimana humor dapat digunakan untuk melawan intoleransi dan kekacauan politik. Ia juga akan tampil kemudian dengan Sakdiyah Ma’ruf yang tak kenal takut dan tangguh (seorang pelawak tunggal wanita Muslim pertama di Indonesia) di Funny Bones, gabungandari beberapa pendukung keadilan sosial Festival yang paling lucu.

Setelah itu, lanjutkan perjalanan Anda ke Taman Baca di pukul10:15, di mana beberapa inovator Indonesia yang paling tak kenal lelah di berbagai bidang berkumpul, bersama dengan penulis Malaysia terkenal dan seorang Direktur Festival Bernice Chauly, untuk berbagi apa artinya memulai dari awal dan menemukan sukses dengan semangat dan ketekunan.

Pukul 11:45 mengajak kita untuk berbincang dengan beberapa pemuda Bali yang paling inovatif, menggunakan gairah mereka untuk Preserve and Promote keadaan warisan budaya mereka yang kompleks. Merasa lebih tertarik ke film? Bergabunglah dengan Pierre Coffin, sutradara film animasi keturunan Prancis-Indonesia dan suara di balik ikon Minoritas kuning yang telah mencuri hati di seluruh dunia.

Selanjutnya menuju ke Breaking Boundaries, kesempatan yang luar biasa untuk mendengar dari beberapa wanita terhebat Bali, yang tidak hanya berhasil hadir dalam arus kewajiban budaya yang tidak pernah berakhir, tetapi juga unggul dalam bidang kreatif mereka.

Pukul 14:30 membawa kita ke My Island (Second) Home, di mana sekelompok orang asing yang telah lama tinggal di Pulau Bali merenungkan bagaimana mereka menemukan rumah di dalam budaya lain.

Selesaikan sesi Main Program Anda hari ini dengan perayaan monumental 30 tahun berdirinya Lontar Foundation Indonesia pada pukul 16:00. Ini adalah festival sastra mini-Indonesia di Indus yang menampilkan bacaan dan pertunjukan beberapa dari 15 penulis Lontar di Festival.

Apa selanjutnya? Closing Night Party, tentu saja! Jika suatu hari di Festival kami adalah yang terakhir, jangan lewatkan perayaan gratis ini di Blanco Renaissance Museum.  di bawah taburan bintang-bintang dengan teman-teman Festival yang lama dan baru dengan penampilan menggembirakan dari aksi Indonesia paling keren. Sampai bertemu di lantai dansa!

Untuk membeli tiket 1-Day Pass silahkan klik tombol di bawah ini, dan baca di sini untuk seluruh daftar sesi Main Program.

BUY YOUR TICKET NOW

Comments are closed.