fbpx

Festival Favorites: Theoresia Rumthe

Posted: 19 September 2019 Author: sikuska

Dengan lebih dari 180 pembicara dari 30 negara, lineup UWRF tahun ini sangatlah beragam. Setiap minggu menjelang UWRF19, kami berbincang dengan seorang penulis atau pembicara yang barangkali karyanya belum Anda kenal, tetapi bisa saja menjadi favorit Anda saat Festival. Minggu ini kami mendengar dari Theoresia Rumthe, penulis buku puisi Selamat Datang, Bulan.

Kapan dan apa yang membuat Anda mulai menulis?

Saya menulis serius kira-kira sekitar tahun 2007-an. Waktu itu saya masih menjadi penyiar radio, dan pada saat itu kegiatan menulis di blog sedang maraknya. Saya mulai dari menulis di blog friendster, notes facebook, multiply, hingga akhirnya mengelola blog sendiri, yaitu, perempuansore.blogspot.com. Mengapa menulis? Saya pikir itu semacam ‘takdir’ atau ‘panggilan’ di hidup saya. Jika tidak menulis, barangkali saya akan menyanyi, mengajar, atau melakukan hal-hal kreatif kecil lainnya, tetapi dengan menulis, saya mampu berbagi dalam cerita. Dengan menulis puisi saya dapat berbagi kompleksitas pikir dan rasa yang ada di dalam saya.

Apa pencapaian tertinggi yang telah Anda peroleh selama Anda berkarya atau berproses selama ini?

Pencapaian tertinggi saya dalam berkarya, khususnya membuat tulisan, adalah ketika orang-orang bertemu dengan tulisan saya. Biasanya mereka akan kirim email, menulis di DM, atau bertemu langsung dan mengatakan bahwa mereka tersentuh, mereka haru, menangis, hingga mereka merasa seperti digerakkan untuk melakukan sesuatu—menjadi orang yang lebih bermakna. Bagaimana sebuah tulisan, baik panjang atau pendek yang saya buat, ternyata bisa menggerakkan pembaca. Menyentuh hati mereka yang paling dalam. Saya suka menyebutnya dengan ‘tekspiritual’—pertemuan spiritual dengan sebuah teks. Ia magis. Kebahagiaan oleh karenanya, kadang tidak dapat dijelaskan.

UWRF19 akan mengangkat tema Karma. Apa makna Karma bagi Anda?

Karma saya maknai dengan kata lain, semacam hukum tabur dan tuai. Apa yang kita tuai di dalam kehidupan adalah apa yang kita tabur ke dalamnya juga. Ia berlaku pada semua area hidup. Jika konteksnya ada pada tulisan, maka saya akan menuai hal-hal yang katakanlah baik, jika hal-hal itu juga yang saya tabur ke dalam tulisan saya.

Isu dan topik apa saja yang ingin Anda eksplor selama UWRF19?

Saya tertarik dengan isu buku dan membaca secara spesifik. Beberapa penulis baik dari dalam dan luar negeri di UWRF19, juga adalah penggiat buku dan membaca. Saya mau mendengar dari mereka juga tentang, bagaimana tulisan masih diminati sedemikian rupa dan bagaimana tulisan hingga berabad-abad ini masih saja mampu mengubah orang.

Siapa yang Anda harapkan menjadi audiens panel diskusi Anda di UWRF19?

Siapa saja yang tertarik dengan hal-hal sederhana dan keseharian. Kebanyakan tulisan saya berasal dari sana.

Adakah pesan yang ingin disampaikan untuk mereka yang berminat menekuni dunia kepenulisan?

Banyak membaca. Kedengarannya kuno, tapi begitulah. Saya percaya tidak ada orang yang dapat menulis dari sebuah kekosongan di dalam diri. Membaca membantu kita untuk menimbun banyak hal ke dalam diri. Ia menjadi tabungan. Tabungan kata, kalimat, konteks, sub konteks, pikiran pengarang, sejarah dan latar belakang mengapa pengarang menulis begitu, dan lain sebagainya. Tetapi banyangkan, semua hal yang kita dapat dari membaca, lantas kita kawinkan dengan pengalaman diri, betapa kaya dan sejahtera kita dalam menulis.

Manakah karya Anda yang paling Anda rekomendasikan untuk diketahui oleh mereka yang sebelumnya belum terlalu mengenal karya-karya Anda?

Buku puisi Cara-Cara Tidak Kreatif Untuk Mencintai, karya yang saya tulis bersama Weslly Johannes dan buku puisi Selamat Datang, Bulan, buku puisi terbaru saya. Ia berisi puisi pendek-pendek saya, tapi jika melihat lebih dalam, kita bisa ngobrol tentangnya hingga berhari-hari.

Adakah proyek atau karya terbaru yang sedang Anda kerjakan saat ini? Bisakah diceritakan sedikit kepada kami?

Sebuah novel. Latar belakang cerita tentang Kepulauan Kei, Maluku. Kampung halaman saya.

Theoresia Rumthe menjadi bagian dari tiga panel Main Program, yaitu Read to Me: Poetry, Peripheral Vision, dan In Defense of Poets . Dapatkan tiket 4-Day Pass atau 1-Day Pass di sini. Ia juga akan mengisi acara Live Music & Arts: Moving Poetry. Ini adalah blog Theoresia. Anda juga bisa mengikuti Theoresia di Twitter, Facebook, dan Instagram.

Comments are closed.