Pesan dari Janet DeNeefe

Posted: 05 June 2020

Sejak Organisasi Kesehatan Dunia mengumumkan COVID-19 sebagai pandemi global pada bulan Maret, masa depan Ubud Writers & Readers Festival di tahun 2020 menjadi hal utama bagi seluruh tim Yayasan Mudra Swari Saraswati, organisasi nirlaba yang menaungi UWRF. Kami terus mengikuti dengan seksama perkembangan kondisi terkini, baik dari Pemerintah Indonesia maupun Organisasi Kesehatan Dunia, dan menggunakannya sebagai acuan dalam mempertimbangkan masa depan Festival.

Kami akan mengadakan beberapa perubahan terkait program Festival dengan memperkecil skala penyelenggaraan. Dengan berat hati, salah satu program UWRF yang akan ditiadakan dan ditunda hingga tahun depan adalah pemilihan Penulis Emerging Indonesia 2020. Keputusan tersebut harus kami ambil mengingat program Penulis Emerging Indonesia selama ini bergantung kepada dana dari sponsor, dan di tengah kondisi seperti sekarang, akan sukar bagi kami untuk mendapatkan dana tersebut.

Program Penulis Emerging Indonesia adalah salah satu program utama UWRF, di mana setiap penulis yang terpilih akan diterbangkan ke Ubud untuk menjadi pembicara Festival dan karya mereka diterbitkan dalam buku Antologi. Bagi penulis yang telah mengirimkan karyanya untuk seleksi Penulis Emerging Indonesia, sekitar 600 karya yang telah masuk akan tetap kami tampung dan seleksi, dan pemenang akan diumumkan pada tahun 2021.

Terkait pendanaan tersebut pula tim Festival saat ini masih mencari jalan keluar terbaik agar UWRF tetap bisa diselenggarakan. Untuk saat ini, kami optimis untuk menyelenggarakan UWRF sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Komitmen kami untuk tetap menyelenggarakan UWRF20 ini sejalan dengan visi dan misi Yayasan Mudra Swari Saraswati yang dibentuk pada tahun 2004, yaitu untuk memulihkan industri pariwisata dan ekonomi Bali yang terkena dampak Bom Bali I. Bali adalah salah satu daerah yang terkena dampak pandemi paling besar terutama di sektor ekonomi dan pariwisata. “Bali adalah salah satu daerah di Indonesia yang terkena dampak pandemi terbesar, karena sekitar 60% pendapatan daerah datang dari industri pariwisata.” ujar Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Sukawati, melaluiĀ kompas.com.

Sejak UWRF diadakan untuk pertama kalinya, Festival sastra dan seni ini telah menyediakan banyak lapangan pekerjaan secara tidak langsung bagi berbagai komunitas di Ubud, bahkan Bali. Mulai dari transportasi, akomodasi, restoran dan berbagai institusi lainnya. Dan sebagai salah satu Festival sastra dan seni terbesar di Asia Tenggara, UWRF adalah wadah pertemuan dan pengenalan budaya Indonesia ke dunia internasional. Hal-hal tersebut adalah alasan mengapa UWRF20 harus tetap diselenggarakan.

Selanjutnya, kami akan terus memberikan informasi terkait UWRF20 kepada Anda semua dan kami semua berharap agar kondisi dunia cepat membaik sehingga kita bisa kembali bertemu di Ubud untuk merayakan sastra dan seni Indonesia. Untuk pertanyaan lebih lanjut mohon menghubungi kami diĀ info@ubudwritersfestival.com.