|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Ubud Writers & Readers Festival Tahun ini…dan Berikutnya
Terbentang di persimpangan dua sungai, dua samudera dan dua benua – Ubud telah menempatkan dirinya sebagai ajang pertemuan bagi para penulis, penyair dan seniman dari seluruh dunia. Kesuksesan akbar Ubud Writers & Readers Festival 2007 menegaskan reputasinya sebagai salah satu acara sastra baru di Asia Tenggara yang paling menarik dan dinamis di panggung internasional yang memperdengarkan suara-suara dari Indonesia, China, India, Singapura, Hong Kong, Korea Selatan, Jepang, Filipina dan Malaysia. “Festival ini adalah festival terbaik yang pernah saya hadiri di dunia… yang terbaik karena festival ini merupakan jembatan yang luar biasa antara timur dan barat, orang Muslim dan orang Barat, di tempat yang paling eksotik dan acara-acaranya amat menyenangkan.” Richard Flanagan, penulis Dengan program yang padat yang terdiri dari lokakarya, diskusi dan pertunjukan yang diadakan di berbagai tempat menakjubkan di Ubud, Festival 2007 menawarkan rangsangan intelektual dan indera kepada ratusan penulis dan pembaca yang menghadiri Festival tahun ini. “Festival ini merupakan tempat yang sempurna bagi orang-orang suka mendongeng. Mimpi-mimpiku penuh dengan roh dan hantu.” Miles Merrill, penyair Tiket untuk setiap acara habis terjual dalam sesi-sesi yang paling populer, yang tersisa hanyalah tempat untuk berdiri. Tema Festival tahun ini “Sekala Niskala – Yang Terlihat dan Yang Tak Terlihat” menghadirkan beragam topik, mulai dari penyensoran pribadi dalam bangkitnya perang terhadap teror, mistisisme dalam Bali modern, sampai apakah abad ke-21 akan menjadi milik kekacauan yang tumbuh subur di kota-kota metropolitan Asia. Keakraban yang dinikmati di Festival Penulis dan Pembaca Ubud terlihat dari banyaknya hadirin yang bercengkerama dengan ‘bintang-bintang’ sastra seperti Kiran Desai, Richard Flanagan, Shashi Tharoor dan Kathy Reichs sambil minum kopi dan cocktail. Yang lainnya memperluas wawasan sastra mereka dengan menyaksikan bakat-bakat baru Asia-Pasifik yang heboh seperti Cyril Wong, Wiratmadinata, Tusiata Avia, Angelo Suarez dan Miles Merrill. Ubud Writers & Readers Festival 2008 dijadwalkan dari 14-19 Oktober dan akan mendalami tema Tri Hita Karana | Hubungan Manusia dengan Tuhan, Manusia dengan Manusia, Manusia dengan Lingkungan. Kami amat gembira menyambut festival mancanegara yang kelima ini serta perjalanan yang terbentang kedepan. Kami berharap Anda sekalian akan bergabung dengan kami untuk menikmati hasil kerja keras kami pada bulan Oktober 2008. “Ini merupakan pengalaman yang akan terus kuingat…keajaiban Bali tersimpan dalam jiwaku dan kurasa aku akan menemukan jalan untuk kembali dalam waktu dekat ini.” Somaya Ramadan, penulis |
Undangan Penulis Pendaftaran Diri dan Nominasi Peserta Ubud Writers & Readers Festival Pecinta sastra Indonesia Yayasan Saraswati, tuan rumah acara tahunan Festival Sastra Internasional Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) mengundang nominasi dan pendaftaran diri penulis Indonesia untuk pemilihan peserta. Penjualan Buku Dapatkan buku dengan diskon 50% dari koleksi penulis yang diundang ke festival tahun 2006 dan 2007. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||