facebook twitter rss flickr youtube
The page you requested does not exist. A search for undangan berpartisipasi dalam ubud writers readers festival 2010 resulted in this page.

General Information (Bahasa Indonesia)

Ubud Writers & Readers Festival merupakan sebuah festival sastra tingkat internasional yang melibatkan para penulis & pembaca dari berbagai negara. Festival ini dilaksanakan setiap tahun sebagai salah satu program dari aktivitas Yayasan Mudra Swari Saraswati yang bergerak di bidang sastra, seni dan budaya.

Yayasan Mudra Swari Saraswati menyelenggarakan festival untuk pertama kali pada tahun 2004 yang ditujukan untuk mengembalikan kondisi pariwisata di Bali paska terjadinya tragedi bom Bali pada Oktober 2003, dimana penggagas festival ini adalah Janet De Neefe beserta Suaminya Drs. Ketut Suardana yang juga merupakan pendiri Yayasan Mudra Swari Saraswati.

Ubud Writers & Readers Festival telah mendapatkan predikat sebagai "One of the World’s Great Book Festival oleh Conde Nast Travel and Leisure, "Among the Top Six Literary Festival in the World" oleh Harper’s Bazzar, serta The Best Art Event 2006 oleh The Beat Magazine

TUJUAN

Kami percaya bahwa Festival ini menawarkan potensi besar dalam beberapa hal berikut :

  • Menanamkan pemahaman lintas budaya serta membangun hubungan yang lebih kuat di kalangan penulis Indonesia dan negara lainnya.
  • Menciptakan kesempatan bagi penulis-penulis Indonesia muda maupun yang senior untuk menampilkan karya mereka, dan berpartisipasi dalam pertukaran lintas budaya dalam wadah internasional.
  • Menjadi jembatan bagi penulis Indonesia untuk dapat diundang pada festival ataupun kegiatan sastra bertaraf internasioanl, serta membantu membuka jaringan dengan para penerbit maupun organisasi sastra dan seni lainnya.
  • Meningkatkan harmoni dan rasa hormat antara kelompok etnis yang beragam di Indonesia melalui program-program sastra dan pendidikan yang memfokuskan pada perkembangan aksara dan intelektual.
  • Menekankan keberagaman budaya dan kekayaan Indonesia kepada khalayak yang berbudaya dan berpandangan luas.
  • Membantu menciptakan kesadaran tentang isu-isu sosial, lingkungan hidup, pendidikan, seni serta kesehatan, melalui aktivitas berdebat, diskusi serta lokakarya dalam festival ini.
  • Membuka kesempatan bagi pembaca di Indonesia untuk mengetahui karya-karya penulis internasional.
  • Membantu perkembangan kolaborasi penulis Indonesia dan internasional
  • Menawarkan kesempatan pengembangan program secara profesional.
  • Memberi peluang aktivitas untuk para generasi muda dalam pengelolaan acara tingkat internasional.

FESTIVAL SEBELUMNYA

  • Festival Pertama berlangsung pada tanggal 11 – 17 Oktober 2004 yang menggusung tema "Through Darkness to Light / Habis gelap Terbitlah Terang", menghadirkan 128 orang penulis dari 11 negara.
  • Festival Kedua berlangsung pada 8 – 11 Oktober 2005 dengan tema "Between Worlds / Antar Buana" yang menghadirkan 100 orang penulis, walaupun 4 hari menjelang festival terjadi bom untuk kedua kalinya di Bali, namun hanya beberapa orang yang batal hadir.
  • Festival Ketiga berlangsung pada 28 September – 3 Oktober 2006 menghadirkan 100 orang penulis dengan  menggusung tema "Desa – Kala –Patra / Tempat- Waktu – Identitas".
  • Festival Keempat berlangsung pada 25 - 30 September 2007 mengundang 80 orang penulis dengan tema "Sekala- Nisakala / yang tampak- tak nampak". Sekala dapat menggambarkan sesuatu yang perwujudannya dapat dilihat secara kasat mata sedangkan niskala dapat diartikan sebagai sesuatu yang tidak dapat terlihat namun diyakini atau dirasakan akan keberadaannya. Tema ini diangkat dari dasar filosofi masyarakat Bali sebagai dua dimensi yang penting dalam kehidupan manusia.
  • Festival Kelima berlangsung pada 14 - 19 Oktober 2008 yg menggusung tema "Tri Hita Karana". Tema tersebut merujuk pada kebijakan lokal Bali mengenai tiga harmoni yang menjadi penyebab kebahagiaan yang utama, yaitu keselarasan antara Manusia dengan Alam, Manusia dengan Manusia dan yang terutama, Manusia dengan Tuhan.
  • Festival keenam dilaksanakan pada tanggal 7 – 11 Oktober 2009 dengan mengusung tema "Suka Duka – Compassion & Solidarity". Tema ini diangkat dari dasar filosofi ajaran Hindu Bali yakin sumber ispirasi yang menguatkan penerimaan bahwa kemudahan dan kesulitan selalu datang bersamaan. Festival ini menghadirkan 140 penulis dari 25 negara.

TEMA FESTIVAL 2010

Tema festival tahun penyelenggaraan 2010 adalah "Bhinneka Tunggal Ika:  yang kami terjemahkan menjadi Harmony in Diversity" sebagai cerminan komitmen festival untuk selalu  mengusung kebijakan lokal nusantara. Pilihan tema ini dinilai sesuai untuk memberikan penekanan pada pentingnya penghormatan pada keberagaman (pluralitas dan multi-kulturalitas) pada saat dunia memasuki era dimana batas-batas geografis, demografis, sosial dan politik perlahan memudar dan kehilangan relevansinya.

YANG TERLIBAT DALAM FESTIVAL

Dalam penyelengaraan festival ini setiap tahunnya setidaknya melibatkan beberapa unsur pendukung acara ini, yakni;

  • Penulis dan pembaca dari berbagai negara
  • Penerbit nasional dan internasional
  • Media lokal, nasional & internasional
  • Organisasi seni, sastra dan budaya
  • Budayawan, sastrawan, dan seniman
  • Pemerhati dan kritikus sastra
  • Sekolah dan universitas dalam dan luar negeri
  • Duta Besar dari berbagai negara
  • Masyarakat umum

WAKTU PELAKSANAAN FESTIVAL TAHUN 2010

Pelaksanaan Festival akan diselenggarakan pada:

Hari / Tanggal       : Selasa - Minggu /5 – 10 Oktober 2010

Pembukaan Festival  : Rabu, 6 Oktober 2010

Pukul                : 17.00 WITA

Tempat               : Puri Ubud

TEMPAT PENYELENGGARAN FESTIVAL

Festival akan mengambil sekitar 50 lokasi yang bertempat di beberapa restoran, hotel dan balai budaya yang tersebar di Ubud, dan beberapa tempat di Denpasar, Seminyak, dan Jimbaran.

Ubud adalah tempat sebagian besar berlangsungnya festival. Ubud merupakan sebuah desa kecil bagian dari kabupaten Gianyar. Diperlukan jarak tempuh 1 jam dari bandara menuju Ubud. Ubud juga di kenal sebagai desa pariwisata Festival ini sangat didukung oleh masayarakat Ubud sendiri, mereka berkontribusi banyak dalam memberikan dukungan berupa penginapan untuk para penulis, menjadi bagian kepanitiaan festival pada saat acara, membantu persiapan logistik, katering, mengisi acara bahkan sebagai supir pun mereka lakoni untuk mengantar jemput para penulis. Mereka berkontribusi penuh tanpa imbalan apa pun.

DEMOGRAFI

Secara signifikan, demografi kehadiran pada festival ini cenderung pada kelompok usia paruh baya, khususnya mereka yang memiliki pemasukan ekonomi, kepekaan budaya & sastra, dan pendidikan yang relatif tinggi. 60% festival di hadiri oleh orang asing, 30 % orang Indonesia sendiri.

PROGRAM FESTIVAL

Kegiatan Deskripsi Keterangan
Diskusi panel Acara ini merupakan acara utama yang terdiri dari sesi diskusi yang diisi oleh undangan penulis. Mereka akan membahas kurang lebih 10 topik yang berbeda setiap harinya. 1 panel diskusi yang memiliki durasi 60 -90 menit akan menampilkan 3-5  orang penulis. Diskusi diselenggarakan di 3 tempat acara dari pk. 09.00- 17.00 WITA secara bersamaan. (Indus Restaurant, Leftbank dan Neka Museum) Untuk mengikuti acara ini dikenakan tiket masuk. Diluar undangan penulis
Free Event Selain Diskusi panel, ada juga acara yang dikategorikan free event yang dikemas lebih santai yang bertujuan untuk lebih mengakrabkan para penulis dan hadirin. Acara free event diantaranya tribute night, performance night, peluncuran buku, pembacaan puisi dan cerpen, debat sastra, dan reading and street party yang akan diisi oleh para undangan penulis Acara Bersifat gratis
Special Event Acara yang termasuk dalam Special Event diantaranya adalah: Literary Lunch, Cocktails Party, Literary Dinner. Acara ini merupakan acara bincang-bincang penulis terkemuka dan para penggemarnya di hotel berbintang. Di selenggarakan secara exclusive dengan set menu lengkap. Untuk mengikuti acara ini dikenakan tiket masuk diluar pembicara
Workshop Penulis akan mengisi program workshop dengan tema yang berbeda. Dalam program workshop akan ada sekitar 10 workshop dengan kapasitas 10- 12 orang per satu workshop. Dikenakan tiket
Program Anak-anak dan Remaja Tiap tahun kami merancang sekitar 15 program lokakarya gratis untuk anak-anak dari TK hingga SMU. Program ini lebih didasarkan guna merangsang kreativitas anak-anak. Acara bersifat gratis

 

KEGIATAN PENULIS SELAMA FESTIVAL

Beberapa kegiatan yang akan melibatkan penulis dalam festival ini baik bersifat wajib ataupun bersifat pilihan (optional) :

  • Panel Diskusi

    Selama festival berlangsung, kami akan melibatkan anda sedikitnya dalam 3 panel diskusi. Satu buah panel akan menampilkan sekitar 3- 5 orang undangan penulis ( internasional & nasional) dan moderator. Topik yang akan dibicarakan akan disusun oleh tim program dan juga dari rekomendasi para penulis. Silahkan untuk mengadakan komunikasi mengenai Topik Panel dengan Program Koordinator Wayan Juniartha (informasi jadwal dan topik yang dibahas menyusul).

  • Pembacaan Karya

    Bagi para penyair atau penulis cerpen kami memberikan kesempatan bagi Anda untuk membacakan karya anda (3- 5 untuk puisi, dan excerpt dari cerpen ). Anda bisa membaca karya Anda pada saat panel diskusi atau acara lainnya. Waktu pembacaan selama 5 menit. Mohon agar karya yang akan dibacakan dikirim ke panitia sebelum tanggal 20 Juni 2010 agar dapat diterjemahkan.

  • Kegiatan Lainnya

    Partisipasi anda sangat diharapkan untuk hadir pada acara di luar jadwal kegiatan anda, hal ini juga guna mendukung para penulis indoensia lainnya yang sedang mengisi acara. Selain berlangsung panel diskusi akan berlangsung pula kegiatan peluncuran buku, hiburan atau pertunjukan yang lebih bersifat memberikan wadah untuk lebih mengakrabkan diri dan bertukar informasi penulis lainnya.

Thumbnail: