![]()
The orgasmic consequences of a session with Paul Kelly, Arthur Flowers and Lucky Oceans
Why do we keep diaries now? For personal satisfaction, or to make a quick buck some day?
Three Western Australian writers gathered yesterday to talk pros and cons of writing from one of the most isolated areas in Australia.
There's more than music tonight at Betelnut. There's an auction too!
Clare Price discovers flying dogs in heaven, laughing yoga and other ways to total happiness...
PRESS RELEASE
Periode aplikasi UWRF kembali dibuka
Ubud Writers and Readers Festival (UWRF), perhelatan kesusastraan tahunan terbesar di Indonesia, kembali membuka kesempatan bagi para penulis emerging Indonesia untuk diundang menghadiri festival yang dijadwalkan berlangsung pada awal Oktober mendatang di Ubud, Bali.
"Para penulis emerging di berbagai penjuru Nusantara kami persilahkan untuk mengikuti proses aplikasi dan seleksi dengan mengirimkan karya-karya mereka kepada panitia UWRF 2012," ujar manajer pengembangan komunitas UWRF, Kadek Purnami, Senin (16/1).
Yang dimaksud sebagai penulis emerging adalah penulis muda dengan karya-karya berkualitas serta penulis senior yang belum memperoleh eksposure memadai. Pada UWRF tahun lalu, sekitar 235 penulis dari 60 kota di Indonesia mengirimkan karya-karyanya pada proses aplikasi. Karya-karya tersebut kemudian diseleksi oleh Dewan Kurator, yang tahun lalu beranggotakan penulis senior Kurnia Effendi (Jakarta). Iyut Fitra (Payakumbuh), Dorothea Rosa Herliany (Magelang) serta Made Adnyana Ole (Bali). Dewan Kurator kemudian meloloskan 15 penulis untuk diundang dan disponsori menghadiri festival.
"Tahun ini prosesnya akan sama, hanya komposisi keanggotaan Dewan Kurator saja yang berubah. Panitia berupaya untuk setiap tahun selalu mengubah komposisi anggota Dewan Kurator untuk menghindari terjadinya hegemoni selera maupun favoritisme," ujar Purnami.
Purnami menambahkan proses aplikasi terbuka untuk penulis dari semua genre kesusastraan, termasuk puisi, cerita pendek, novel, naskah drama bahkan esai. Penulis yang belum menerbitkan buku juga boleh mengikuti proses aplikasi dan seleksi tersebut.
"Bagi penyair yang belum menerbitkan buku dipersilahkan mengirim 30 puisi terbaiknya, sedangkan penulis cerita pendek wajib mengirimkan delapan cerita pendek, penulis naskah drama wajib mengirim 3 naskah dan esais wajib mengirim empat esai. Karya-karya tersebut bisa dikirimkan melalui e-mail ke kadek.purnami@ubudwritersfestival.com," ujarnya.
UWRF beserta HiVos, lembaga funding Belanda, akan mensponsori perjalanan serta partisipasi 15 penulis yang lolos proses aplikasi untuk menghadiri festival tahunan tersebut di Ubud. Selain itu, karya-karya terpilih mereka juga akan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan diterbitkan dalam antologi bilingual. Sejak 2008, UWRF telah menerbitkan empat antologi bilingual karya-karya penulis emerging Indonesia.
UWRF pertamakali diselenggarakan pada 2004 sebagai respon kultural terhadap Bom Bali 2002. Sejak saat itu UWRF telah berkembang pesat hingga diakui sebagai salah satu dari 6 festival sastra terbaik di dunia. Selama penyelenggaraannya, UWRF telah berhasil menghadirkan penulis-penulis top dari puluhan negara, termasuk Wole Soyinka, pemenang Nobel Kesusastraan dari Nigeria. UWRF 2011 menghadirkan 127 penulis dari 25 negara yang berpartisipasi pada 205 kegiatan di 57 lokasi di Ubud dan Denpasar. Sejumlah kegiatan juga diselenggarakan di beberapa kota di Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan NTB.
Tahun ini festival akan diselenggarakan untuk kesembilankalinya dan mengusung tema "Bumi Manusia", yang diinspirasi oleh salah satu karya penulis besar Indonesia, almarhum Pramoedya Ananta Toer. Festival-festival sebelumnya selalu mengambil tema dari kebijakan lokal masyarakat Bali.
"Kami sengaja memilih tema ini untuk lebih menggaungkan lagi karya-karya para penulis besar Indonesia. Hal ini penting karena pada 2015, Indonesia akan menjadi Guest of Honour (Tamu Kehormatan) pada Frankfurt Book Fair, sebuah ajang perbukuan paling bergengsi di dunia," ujar penggagas and direktur UWRF, Janet De Neefe.
Dead Line Pengiriman
Mas, mbak Panitia...
Batas waktu (deadline) pengiriman karya kapan ya?