Lebih Dekat Dengan… Avianti Armand

Posted: 06 August 2018 Author: sikuska

Tiket Early Bird #UWRF18 telah resmi diluncurkan pada tanggal 16 Juli 2018 lalu, bersamaan dengan 16 nama pembicara tahap awal yang akan mengisi Festival. Dalam seri blog terbaru UWRF, kami telah merangkum bincang-bincang hangat kami dengan para pembicara tahap awal UWRF 2018 seputar pribadi dan dunia sastra, seni, dan budaya yang ditekuninya. Kali ini, simak tanya-jawab kami dengan Avianti Armand.

Kapan dan apa yang membuat Anda mulai menulis?

Secara asal-asalan, sudah dari kecil. Secara serius, mungkin baru sekitar tahun 2007. Saya menemukan suara saya yang paling jujur lewat menulis. Dan itu membebaskan.

Dari karya-karya Anda yang telah terbit, manakah yang meninggalkan kesan mendalam dalam proses penulisannya? Ceritakan kepada kami.

Rasanya semua punya kesan dan ceritanya masing-masing. Saya tidak bisa bilang mana yang paling mendalam, karena tiap peristiwa menulis adalah pengalaman yang berbeda yang tidak bisa dibandingkan satu dengan yang lain.

 

 

Apa yang biasa Anda lakukan saat mengalami ‘writer’s block’?

Membaca. Berjalan kaki.

Menurut Anda, hal apa saja yang bisa memberi ‘nyawa’ dalam sebuah karya tulis?

Karya yang bernyawa adalah karya yang ditulis dengan gairah, obsesi, cinta dan kejujuran.

Adakah pesan yang ingin disampaikan untuk mereka yang berminat menekuni dunia kepenulisan?

Bakat hanya akan membawamu separuh jalan. Latihan dan kerja ketekunan mengantarmu ke tujuan.

Adakah topik yang ingin Anda eksplorasi di UWRF18?

Memori, mimpi, dan hantu masa lalu.

Facebook: Avianti Armand |Twitter: @aviantiarmand |Instagram: @aviantiarmand

Comments are closed.