BOOK CLUB // OCHIE CHANDRA DEMEULENAERE

Posted: 11 October 2017 Author: sikuska

Dengan rak buku kantor yang dipenuhi dengan tumpukan karya 150+ pembicara yang dipastikan untuk hadir di UWRF17, staf Festival tidak akan kekurangan inspirasi kesusastraan. Jadi, apa yang membuat mereka terjaga di malam hari, halaman demi halaman, menjelang acara tahun ini? Di seri terbaru kami, #UWRFBookClub, kami berbincang dengan tim Festival tentang penulis dan seniman utama. Minggu ini, kita akan berbincang dengan Volunteer Coordinator, Ochie.

KADEK SONIA PISCAYANTI

Saya selalu mengagumi Kadek Sonia Piscayanti, karyanya dan Mahima Community yang ia jalankan. Saya menyebutnya sebagai Superwoman; bagaimana ia mengelola idenya, aktifitas, dan kehidupan pribadinya sebagai seorang Ibu dan istri. Di atas itu semua, Ia masih punya waktu dan tenaga untuk membantu dan memajukan bakat seniman muda dalam mengejar hobi mereka. Kadek adalah orang yang baik dan rendah hati, juga hebat dan hangat. Saat buku saya pertama kali diterbitkan, Kadek Sonia Piscayanti sangat mendukung dan sungguh-sungguh mendorong saya untuk menulis lagi. Saya tahu, ini terlihat seperti testimoni, tetapi saya yakin semua orang sudah mengenal dengan karyanya yang hebat, prestasi, dan karya seni, mungkin tidak semua orang tahu betapa hebatnya Kadek Sonia di kehidupan nyata, jadi saya ingin membagikan pengalaman yang saya punya dengannya. Saya sangat menunggu untuk bertemu dengannya di Festival tahun ini!

NI LUH DJELANTIK

Sepatu dan wanita berani. Saya tahu, saya mengerti, kebanyakan wanita sangat mengagumi sepatu, dan Ni Luh Djelantik adalah salah satu dari beberapa perancang sepatu yang telah menerobos dalam pasar internasional (sangat bangga!). Tetapi untuk saya, Ni Luh Djelantik lebih dari itu semua. Pendapatnya tentang banyak hal penting yang terjadi di Indonesia – mulai dari politik hingga masalah sosial – sangat sesuai dengan pendapat saya. Ni Luh berbagi pendapatnya secara luas dan terbuka dengan cara yang cerdas, sarkastik, namun informatif. Saya tidak sabar untuk melihat ceramahnya di panel kami, untuk dapat mendengar secara langsung bagaimana ia menyampaikan semua pemikirannya yang cerdik!

VOICE OF BACEPROT

Gadis muslim Indonesia yang menggoyang panggung dengan lagu rock ‘n roll? Selain itu, mereka semua masih pelajar dan semua memakai jilbab? Ya silahkan. Saya tidak sabar untuk melihat penampilan mereka di Festival! Melanggar stereotipe tidak selalu mudah, tapi mereka melakukannya dan berhasil sampai ke berita. Saya ingin memberi mereka tepuk tangan dan mendorong mereka! Ayunkan lagu-lagu Slipknot, gadis-gadis!

Comments are closed.